Selasa, 20 November 2012

First Adveture (part 1)

Bismillahirrahmanirrahim....
Awal petualangan kali ini... dimulai dari ketidaksengajaan yang berdampak pada kesyukuran... ^_^

first time... jadwal long wiken ini sebenaernya mau muncak ke Semeru.. izin udah dapet (dengan segala daya dan upaya ) Huft.. sumpah.. susah bangeet... tapi apalah daya, ternyata Allah berkehendak lain... dan doa ayah kali ini benar-benar terkabul. Walopun dengan sangat berat hati men-cancel-kan diri bwat nyemeru... Yap, tak apalah.. toh banyak hikmah yang saya ambil dari Petualanganku kali ini.

Rabu,14 November 2012

Pagi hari, pas baca wassap ternyata ada yang lagi terdampar di Gubeng, yap akhirnya kuputuskan bwat nemenin tuh bocah *sebut aja Si DePe*. Nah, darisitulah tercetus ide gila, berangkat ke malang pas hari itu juga. Dan akhirnya pas nganter si depe ke pintu masuk, sekalian aja tuh nanya mbak-mbak penjaga loket apa masih ada tiket bwat nanti sore? Ternyata jawaban si mbak, "Tiket Penataran sore habis, tinggal Malem itupun berdiri." Dan tanpa pikir panjang lagi langsung beli aja tuh 3 tiket berdiri.

Hmm.. setelah persiapan pendek dengan segala macam  keributannya di rumah. Akhirnya aku siap untuk menerjang petualangan ini. Yes, i'm ready now!! Trio Kwek-Kwek udah nyampe stasiun Wonokromo dengan barang bawaannya masing-masing plus tenda *bikin mupeng* titipan mas Al  bwat Teja dkk yang mau nyemeru. Ah, sudahlah.. berbuat baik kepada temen sendiri itu kan berpahala, walopun sedikit nyesek dalam hati gara-gara gak jadi nyemeru.

Tapi, ada se-upil cerita lucu pas di stasiun Wonokromo, kala itu kita sudah siap menunggu kedatangan kereta Penataran tujuan Surabaya-Malang. Tiba-tiba satpam stasiun datengin kita dengan raut muka *agak* aneh trus nanya, "Jam segini mau kmana dek??". Sontak, kita kaget setengah mati... dikirain gak ada kereta yg berhenti di Wonokromo lagi stelah jam segitu... Dan dengan nyante, tuh satpam ketawa-ketiwi setelah ngerjain kita abis-abisan. --' #kutukupret

Alhamdulillah, akhirnya si Penataran datang juga dan tanpa pikir panjang *lagi* langsung aja naek.. Padahal kata penjaga stasiunnya (gatau apa sebutannya) "nanti aja dek naeknya, kan keretanya balik lagi".. Hehehe, maap deh pak, daripada kita dikerjain lagi sama om-om satpam genit. Mending langsung naek aja.. Dan ternyata, pas di Gubeng kita dipertemukan sama sekelompok mas-mas *unyu* dari Jogja dan sekitarnya yang mau nyemeru *lagi* .... Yap, tak apalah kutitipkan salamku untuk kesekian kalinya kepada Sang Mahameru kali ini lewat mas-mas itu.

Dan sekian perjalananku di kereta.. Next, dilanjut besok...

Yap, hikmah kali ini adalah berbuat baiklah kamu kepada sesamamu walaupun masi ada sesak dalam hati, tapi semua ikhlaskanlah semua sesak itu nisacaya Allah akan membalas 1000x lebih indah atas keikhlasanmu itu...
Photo --> "Merenung dipinggir pintu kereta" :p

With: Intan Puspakirana & Nadine el-Haq


Jumat, 17 Juni 2011

Teruntuk Insan Mulia

§   إذلإيمان ضاع فلاإمان فلادينالمن لم يحي دينه
ومن رضى الحياة بغيردين فقدجعل الفناء لها قريناً  
“Apabila iman sudah hilang, maka tidak ada rasa aman, dan tiada dunia bagi yang tidak menghidupkan agamanya. Siapa yang ridho hidup tanpa agama, maka ia telah menjadi fana sebagai rekan hidupnya”

“Hendaklah imanmu dengan Allah selalu kuat dengan Ketuhanan-Nya, Keesaan-Nya, dan dengan Kekuatan-Nya Yang Maha Menundukkan, dan hendaklah engkau menjadi seorang Mukminah yang yakin seutuhnya bahwa ajal segala sesuatu ada di tangan-Nya.”

§   وغني النفوس هوالكفاف فإن أبت
      فجميع من في الأرض لايكفيها

   “Orang yang kaya jiwa ialah yang cukup dengan yang sedikit. Bila dimenolak, maka seluruh yang ada di muka bumi ini tidak akan mencukupinya....”

         “Kekayaan itu bukan lantaran banyak uang dan harta benda, tetapi yang lebih utama  
          kekayaan jiwa dan kepuasannya.” 
§   لايكلف الله نفساً إلّا واسعها
“Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya.”

“Sesunnguhnya Rabbmu melapangkan rezei kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang menentukannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.”
  

Renungan Untuk Kita (part 1)

    •  Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. (Mario Teguh)
    •   Kebahagiaan itu datangnya bukan karena ketampanan, kecantikan, kehebatan, kekayaan, atau apapun yang kita miliki. Kebahagiaan juga bukan karena usaha yang kita lakukan untuk dapatkan kebahagiaan. Karena  kebahagiaan akan datang jika kita bisa menikmati, mensyukuri kehidupan kita sesulit apapun atau sesakit apapun itu. Dan kebahagiaan itu akan menjadi sempurna ketika kita mampu memberikan yang terbaik dan mampu membuat orang lain bahagia.
    •    Banyak orang yang sudah melakukan langkah pertama, tapi langka sekali orang yangtak pernah kehabisan bahan bakar untuk terus melangkah!
    •     Andai kesenangan adalah hujan, dan kesusahan adalah matahari, maka kita butuh keduanya untuk bisa meihat pelangi.
    •     Aku mungkin tidak bisa mengubah dunia yang aku lihat disekitarku, tetapi aku bisa mengubah cara aku melihat dunia didalam diriku.
    •  Orang yang besar adalah orang yang memiliki harga diri, mereka mencintai dirinya sendiri, mereka tidak terombang ambing oleh pendapat orang lain tentang dirinya. 

Senin, 30 Mei 2011

Renungan Untuk Kita (part 2)

  •  “Change is the only  evidence of life”, Jangan pernah takut perubahan, karena perubahan itu adalah satu-satunya tanda kehidupan...
  •     Ilmu yang berguna adalah ilmu yang bermanfaat untuk semua orang, untuk itu tebarkan ilmumu bagi orang yang mau memanfaatkannya. Semoga upaya dan kerja kerasmu untuk mendapatkan ilmu tidak sia-sia.
  •    Hari-hari nan indah bila kita selalu bersua. Hidup di dunia ini bersifat sementara. Bila berpisah janganlah berduka. Memang itu hukum alam yang ada. Marilah kita selalu berdo’a. Senantiasa mencari ilmu yang agung dan mulia.
  •    Kedamaian tidak berarti harus didapat di lingkungan yang menyenangkan. Kedamain adalah ketenangan hati di tengah badai kehidupan.
  •    Hidup menjadi kurang mengasyikkan apabila kita tidak berani mengambil resiko.
  •      Hargailah segala sesuatu yang masih kau miliki sebelum ia hilang darimu, dan kau akhirnya menyadari betapa berharganya semua itu bagimu. 

Nasehat Umar Bin Khattab

1.  Tidak ada teman yang lebih utama daripada lisan (teman yang paling baik adalah teman yang dapat menjaga lisannya)
2.  Tidak ada paaian yang lebih baik daripada sikap Wara’  (meninggalkan syubhat/ keragu-raguan. Dan melakukan sesuatu yang bermanfaat dan meninggalkan yang tidak bermanfaat).
3.  Tidak ada harta yang paling utama daripada sifat Qona’ah (puas atas apa yang dimiliki)
4.     Tidak ada kebaikan yang lebih utama daripada ikhlas dalam mengerjakan sesuatu
5.  Tidak ada makanan yang lebih ni’mat daripada sebuah kesabaran, jika tertimpa musibah, maka:
a)    Mampu mengendalikan diri dari kebencian
b)   Mampu mengendalikan lisan
c)    Mampu mengendalikan diri (anggota badan)

Renungan Untuk Kita (part 1)

  • Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. (Mario Teguh)
  • Kebahagiaan itu datangnya bukan karena ketampanan, kecantikan, kehebatan, kekayaan, atau apapun yang kita miliki. Kebahagiaan juga bukan karena usaha yang kita lakukan untuk dapatkan kebahagiaan. Karena  kebahagiaan akan datang jika kita bisa menikmati, mensyukuri kehidupan kita sesulit apapun atau sesakit apapun itu. Dan kebahagiaan itu akan menjadi sempurna ketika kita mampu memberikan yang terbaik dan mampu membuat orang lain bahagia.
  •  Melakukan sesuatu bukan berarti tidak bergerak. Sangat waspada bukan berarti takut. Sangat supel bukan berarti murahan. Berdiri ala style kita, style anak singa. (Veena Lafeyzha)
  •   Banyak orang yang sudah melakukan langkah pertama, tapi langka sekali orang yang tak pernah kehabisan bahan bakar untuk terus melangkah!

Wasiat Rasulullah kepada Ali

Wahai Ali, bagi orang-orang MUKMIN ada 3 tanda-tandanya:
1)    Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.
2)   Tidak terpesona bujuk rayu.
3)   Benci terhadap kebohonga dan perkataan sia-sia.
Wahai Ali, bagi orang-orang ‘ALIM itu ada 3 tanda-tandanya:
1)    Jujur dalam berkata-kata.
2)   Menjauhi segala yang haram.
3)   Merendahkan diri.
Wahai Ali, bagi orang-orang yang JUJUR itu ada 3 tanda-tandanya:
1)    Merahasiakan ibadahnya.
2)   Merahsiakan sedekahnya.
3)   Merahasiakan ujian yang menimpanya.
Wahai Ali, bagi orang-orang yang TAQWA itu ada 3 tanda-tandanya:
1)    Takut berlaku dusta dan keji.
2)   Menjauhi kejahatan.
3)   Memohon yang halal karena takut jatuh dalam keharaman
Wahai Ali, bagi orang-orang AHLI IBADAH itu ada 3 tanda-tandanya:
1)    Mengawasi dirinya.
2)   Menghisab dirinya.
3)   Memperbanyakkan ibadahnya kepada Allah ta’ala.