Rabu, 15 Februari 2023

Tentang Rasa

Bertemu denganmu adalah sebuah pelajaran berharga
Belajar tentang hidup tiada habisnya
Setiap detik rasa yang tertera
Selalu ada hikmah dibalik semua

Tentang sebuah ketulusan
Tulus mengabdi dan menghamba
Hingga detik ini berlalu
Sungguh belum mampu menyaingimu

Tentang kesabaran tanpa tapi
Kesyukuran tanpa tepi
Semua berlarut dalam satu cawan
Pemandangan rasa indah menawan

Kapanpun
Dimanapun
Bagaimanapun
dan dengan Siapapun kau berinteraksi
Sebuah pelajaran selalu dinanti
Entah kemarin, kini, esok, atau lusa
Pasti ada Hikmah Ilahiah tertera

Denganmu kami berilmu
dengan kasihmu kami berlaku

Tentang sebuah rasa
Tulus mengasihi
Sabar tanpa tepi
Syukut tanpa tapi

Selamat malam wahai Kekasih Ilahi
Semoga kebaikan selalu menyertaimu

Salam hangat,
dari murid kecilmu

Qudsia

Jumat, 27 Januari 2023

Jum'at, 27 Januari 2023

Permulaan cantik pada angka 27
kami mulai menulis lagi
setelah sekian lama tak bersua dengan goresan tinta

Besarnya rasa syukur kami takkan bisa dibandingkan dengan apapun
Ibarat buku pelajaran,
Andai kami membuka halaman demi halaman
Hingga akhur hayat takkan menemukan akhir dari diktat tersebut

Sebegi besarnya Sang Maha Cinta mengizinkan kami mencintaimu kawan...
Jika ada yang berkata,
Pertemuan dengan seseorang dalam hidup semuanya bermakna

Maka, dipertemukan denganmu adalah salah satu anugrah...
Sebuah pelajaran yang akan selesai dipelajari ketika nafas terakhir berhembus, mungkin.

Wahai Dzat yang Maha Segalanya...
doa kami padamu hanya satu..
Semoga kebaikan selalu menyertaimu,
dengan tanpa sebab tanpa akibat, melangitkan namamu setinggi-tingginya...

Maaf, jika selama ini terlalu dalam memasuki hidupmu...
Karena separuh Adab, adalah tidak ikut campur urusan orang lain...

Mau bagaimanapun lisan ingin melepaskan,
"dengan senyuman, kami berpamitan"
Namun dalam hati, takkan terlupa meski hanya sedetik...

Entah bagaimana kuatNya Sang Maha dalam memberi rasa,
di tiap kali hembusan nafas, disitu pula dirimu tak pernah terlepas...

Salam hangat dari saudarimu,
Selena

Sabtu, 24 Desember 2022

Sabtu, 24 Desember 2022

Untuk sebuah senyuman yang tersungging di wajahmu
kami rela memendam rindu tanpa batas waktu

Ya Rabb...
Engkau Maha Membolak-balikkan Hati
Kiranya diizinkan untuk tetap mencintainya
kami mohon untuk menyimpan rapih di lubuk yang terdalam

Meski tetesan air mata tak pernah alpa merindukannya ditiap malam
Biarkan kami mengemban rindu seiring berjalannya waktu

Jika selama ini semua hanya canda bagimu
Maka mohon maafkan
Karena kami menganggapnya terlalu serius...
Terlanjur melekat rasa
Hiasankan langit dengan satu nama

Seperti sebuah kenangan
Atau mungkin pengulangan
Dejavu yang dikatakan
Memilikimu adalah sebuah mimpi yang tak terlupakan
Seolah tak ingin bangun dari tidur panjang

Namun apalah daya
kami hanya manusia biasa
bukan sepertimu insan mulia
didapuk sebagai yang terpilih
diantara ratusan atau bahkan ribuan 

Percayalah,.
kami hadir sebagai bentuk pembelajaran bagimu
tak lebih dari itu
perjalananmu masih panjang
jika ditengah jalan ada hambatan
ingatlah,
kami selalu setia menunggumu...

Salam hangat,.
dari kami yang tak pernah alpa merindukamu

Jumat, 09 Desember 2022

Jum'at, 9 Desember 2022

Tau apa kau tentang cinta
Sampai mana ilmumu tentang kasih
Bahkan tak ada sama sekali

Mungkin muak jawabnya
Banyak sudah pengganti diluar sana
Lebih baik 
Bahkan jauh melebihimu dalam hal apapun
Bangkit dan tersenyumlah
Semua sudah tertera pada garisNya

Untuk Insan se-mulia dirimu
Tak lain dan tak bukan
Hanyalah seorang ternama yang akan berjodoh
Darah biru secara turunan
Bukan sembarang orang pastinya

Lantunan doa senantiasa teriring
Dimanapun, kapanpun, dan di keadaan bagaimanapun...
Sudah menjadi kebiasaan...
Seperti ada yang kurang jika sesaat pun tak mengingatmu...

Cukuplah rindu terpendam jauh dalam nurani terpanjang...
Tidak untuk diutarakan...
Karena sang empu sudah bosan dengan lika liku lakumu...
Karena tak ada pilihan untuk menjauh, kecuali dengan seizinmu...

Mengutip dari kalimat Bapak :
"yang membuatmu menangis lebih berhak diterima dan diikuti daripada yang membuatmu tertawa" *¹¹¹*

Terimakasih karena memposisikan kami selalu dalam keadaan khouf dan roja'

Salam,
dari kami yang selalu merindukanmu...


Jumat, 25 November 2022

Selamat Hari Guru

•┈┈••✾•◆◆❀◆◆•✾••┈┈• 

*HAKIKAT  SEORANG GURU*

*ليس شيخك من سمعت منه*

Gurumu yang sejati bukanlah Seseorang yang hanya engkau dengar (ceramah-ceramah) sebatas dari lisannya saja.

*وإنما شيخك من أخذت عنه*

Tetapi, Gurumu yang sejati adalah Seseorang yang menjadi tempatmu didalam mengambil hikmah dan akhlaq.

*وليس شيخك من واجهتك عبارته*

Bukan termasuk Gurumu yang sejati Seseorang yang hanya membimbingmu sekedar makna dari kata-kata.

*وإنما شيخك الذى سرت فيك إشارته*

Tetapi, orang yang disebut Gurumu yang sejati adalah Orang yang isyarat-isyaratnya mampu menyusup dalam sanubarimu.

*وليس شيخك من دعاك الى الباب*

Bukan termasuk Gurumu yang sejati seseorang yang hanya mengajakmu sampai kepintu.

*وإنما شيخك الذى رفع بينك وبينه الحجاب.*

Melainkan Gurumu yang sejati adalah Seseorang yang (bisa) menyingkap hijab (penutup) antara dirimu dan dirinya.

*وليس شيخك من واجهك مقاله*

Bukan termasuk gurumu yang sejati Seseorang yang  membimbingmu hanya dengan ucapannya.

*وإنما شيخك الذى نهض بك حاله*

Melainkan yang disebut Gurumu yang sejati adalah Seseorang yang aura kearifannya dapat membuat jiwamu bangkit dan bersemangat.

*شيخك هو الذى أخرجك من سجن الهوى و دخل بك على المولى.*

Gurumu yang sejati adalah yang membebaskan mu dari penjara hawa nafsu, lalu memasukan mu ke ruangan Tuhan mu 

*شيخك هو الذى مازال يجلو مرآة قلبك حتى تجلت فيها انوار ربك.*

Guru sejati bagimu adalah  Seseorang yang senantiasa menjernihkan cermin hatimu, sehingga cahaya Tuhanmu dapat bersinar terang di dalam hatimu.

Pembahasan lengkap nya di Kitab Al-Hikam Ibnu Athoillah al-Askandary.

*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.*

Senin, 07 November 2022

Senin, 7 November 2022

Hai selasa,
Bagaimana kabarmu?
Sehat kah?
Maaf menyapamu hanya jika butuh...

Tenang saja
Masih sama dengan senin
Tetap belajar dan terus belajar
Berdamai dengan diri

Karena sepertinya, setan sedang merajalela...
Tak ada yang hendak ditulis sebenarnya
Namun dalam hati sedang berkecamuk
Ramai dalam sepi

Sejatinya, rencana Tuhan tak pernah meleset
Bahkan untuk membolak balikkan hati hambaNya sekalipun
Berusaha mencintai tanpa syarat tanpa harap, 
Kecuali kepada Sang Pemilih Cinta Kasih

Sulit,
Benarlah...
Tak ada ujian yang mudah
Jika ada pun, akan jadi lulusan yang tak mumpuni nantinya
Semoga dengan beratnya ujian yang ditempuh,
Seberat itu pula nilai yang akan Kau berikan kepada kami.

Kiranya sudah pernah diutarakan,
Maka kami akan mengulanginya sekali lagi...
Kelak ketika kau sudah menjadi Murid Shodiq yang sebenar benarnya
Bersyukurlah... 
Sungguh tiada yang dipilih olehNya kecuali mereka yang benar Laku Hatinya

Dan mungkin saat itu, kami akan mundur dan menghilang...
Karena kami sadar, tak pantas bersanding denganmu...
Maqom kami jauh dibawah, sedang engkau sudah berada di tingkat tertinggi.. Semoga..
Janji dari yang terdalam untuk tidak merepotkanmu dalam hal apapun...

Ada petuah mengatakan, 
Cintai seseorang sewajarnya,
Karena tiap orang bangun dengan perasaan yang berbeda...
Jika memang seperti itu adanya, 
Biarlah kami bangun dengan perasaan tetap seperti sedia kala..
Seperti awal mula pertemuan...

Bahagiamu adalah bahagiaku
Selama hayat masih dikandung badan
Selama nafas senantiasa berhembus
Dan setiap tetesan air mata
Maka, disetiap saat itulah iringan doa senantiasa mengitkan namamu...

Ya Rabb...
Kami titipkan salam kepada yang tersayang
Semoga hidupnya selalu dalam kebahagiaan

Salam Hangat,




Kamis, 15 September 2022

Random

Boi, lagi sibuk ya
Sori ganggu...
Lagi pengen ngobrol sebenernya..
Tapi sepertinya kamu udah mulai sibuk kuliah...
Atau emang aku nya yang kebanyakan alasan...
Ya maaf, emang gitu talito orangnya...

Sori kalo bolak balik transfer,
Lagian emang udah jatahmu itu...
Jadi santai ajaa...
Sebagai dulur, cuma bisa bantu disitu aja... 
Gabisa bantu yang lain...
Jadi alarm juga nampaknya ga seberapa berguna ya...
Toh juga udah ada alarm yang lain...
Maksa banget ya gua jadi alarm, sori sori... 

Sebegitu ga bermanfaatnya ya aku boi...
Sampe² denger kabarmu aja dari orang lain...
Disenyumin aja si, padahal aslinya sedih pol polan... Macem udah ga dianggep apa² lagi ya...
Tapi ya maaf, baru sadar diri ga bisa bantu apa²...

Sebenernya, kalo kamu kadang² suka ga nganggep dirimu penting, sampe² seharian ga dibuka hp nya,
Asal kau tau, tiap detik mata melihat notif, selalu nunggu apa ada pesan masuk darimu...
Asuu...
Dahlah...

Oiya satu lagi,
Kalo inget kamu bawaannya pengen nangis,..
Bukan salahmu, justru menangisi kekalahan diri sendiri atas dirimu...
Ya Rabb..
Macem mana disuru lomba melangit sama insan sepertimu boi,.
Jauuuuh...
Bayangin aja,
Reboan ga dengerin,
Ahad Karim jalan²,
Tawajjuhan gapernah ikut,
Kelas malam, ah jangan ditanya.. bukan levelnya,
Tartilan ga pun ga apal...
Mau nambah ilmu darimana cui... 
Ibarat lomba lari, kamu udah mau sampai garis finish, aku masi mau maju di garis start...

As u know,
Sampai terbesit, kalo terus disampingmu malah membertkanmu untuk wushul...
Sedihnya ga ada obat boi kalo inget itu... 
Berasa jadi beban buatmu...
Jadi jangan ditanya, kenapa sering nangis...
Masalahnya, inget kamu nya bisa tiap detik...
Entah itu dijalan, dirumah, dimana aja bisa mendadak nangis... Dasar cengeng... :'(

Yaaa gpp lah, paling ga bisa sedikit lega kalo habis nangis...
Dan sepertinya, yang bisa kulakukan saat ini adalah...
Merengkuhmu dalam doa, Memendammu dalam rindu, 
Menyayangimu tanpa sepengetahuan siapapun,.
Mencintaimu hingga napas terlepas

Sekian,
Terimakasih kepada hati yang bersedia membaca...