Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Februari 2022

Surat Terbuka untuk yang Tercinta

Untuk janji yang tak pernah tepat,
Untuk rindu yang tak berujung temu,
Untuk mata yang tak lelah menatap,
Dan untuk hati yang senantiasa menetap,
Mohon maafkan

Maaf jika selalu merindukanmu
Maaf jika selalu merepotkanmu
Dan terima kasih yang tak terhingga dihaturkan, karena selalu menerima hadiah dari kami dengan baik...

Kewajiban kami adalah mencintaimu menyayangimu dengan tulus tanpa tapi...
Perihal cemburu, tak sedikitpun kami berhak atas itu...

Jika ada kecemburuan yang terlalu besar, mohon maafkan... 
nafsu terlalu ingin memilikilah yang menjadi penyebabnya...

Mungkin nasib kami seperti tertulis dalam kata mutiara, "Tuhan mungkin tidak mengijinkanmu memilikinya, tetapi Tuhan mengijinkanmu mencintainya."

Jumat, 17 Desember 2021

Sajak

Untukmu yang selalu kurindu

kutitipkan rasa kepada semilir angin mendung sore ini
hanya bisa merapal doa
semoga selalu bahagia

entah mengapa
mungkin sudah kesekian kali
pada tiap pertemuan
bukanlah menyudahi kerinduan
namun menjadi semakin dalam

bagimu mungkin bukan apa-apa
bagiku rindu ini sedalam sumur 
yang semakin diisi, semakin dalam pula sumur kerinduan yang tertuang

hanya bisa pasrah
kepada Sang Maha

Surabaya, 17 Desember 2021

Sajak

Rindu terdekat namun tak bisa menggapai
adalah rindu yang terberat
di sisi lain, masi harus belajar memendamnya dengan sangat amat rapih

sama halnya dengan kecemburuan yang membara membakar hati
untuk apa...
hanya membuat sedih rasa
untuk meleburnya, butuh kesabaran kuat

Tak salah jika Beliau berpesan,
"kuatkan sabarmu, kuatkan syukurmu, kuatkan ridhomu"
Termasuk didalamnya rasa-rasa itu

Kembalilah seperti awal, ingat bahwa kau bukan siapa dan bukan apapun baginya...
Tak pantaslah kau berharap perhatian lebih...

Bersyukurlah untuk kebhahagiaannya
Ingat itu...
Meski tertatih-tatih melihat kenyataan yang ada didepan mata
Memang fakta tak bisa dipungkiri

Takdir sudah berjalan sesuai rencanaNya
Karena rencanaNya adalah yang terbaik
Mau tak mau, sadar tak sadar, harus menerima dengan hati selapang-lapang nya...

Dan pada akhirnya, kau harus menemukan sendiri kebahagiaanmu...


Surabaya, 17 Desember 2021
Pembukaan Istighosah As-Shafa

Kamis, 04 November 2021

Perjalanan Baru

Perjalanan baru dimulai
Luka lama perlahan membaik
Atau bahkan memburuk
Terserah pada rasa

Mulai dari diri sendiri
Yang ber ekspektasi terlalu tinggi
Tak ada yang kuat untuk meninggalkan
Meninggalkan apa yang sudah kau harap dulu

Namun takdir tidak ada yang tau
Getaran jiwa selalu mengingatkan
Akan keresahan hati yang makin menjadi

Menjauh...
Menjauhlah dari segala hal yang membuatmu sakit
Meski tak nampak mata
Namun perih dirasa

Sebenarnya,,,
Jika kau sadari dari dulu
Takkan terjerumus dengan keadaan seperti ini
Mengambang diatara dua titik

Tetaplah berdasar pada dua obat hidup
Sabar dan syukur, meski pelajaran demi pelajaran banyak menamparmu

Bila tak sekarang
Kapan lagi akan kau mulai
Mulailah berbenah diri
Jika masih diberi waktu untuk bernafas
Buatlah kisah klasik hidupmu

Tenang saja, janji akan tetap menjadi janji
Karena mau bagaimanapun
Rasa yang sama dari dulu tak pernah berubah
Meski keadaan berbalik 360°
Doa tetap terlangitkan untukmu yang tersayang
Hingga pada titik akhir jasad berada didunia

Biarlah catatan ini menjadi bukti kecintaan Qais kepada Layla nya yang takkan pernah sampai
Karena Sang Mahaguru bernasihat "Boleh jadi Tuhan mengizinkanmu mencintai, tapi tidak mengizinkanmu memilikinya" 

Entah kapan akan terbaca 
Atau bahkan hilang ditelan masa
Catatan ini akan menjadi saksi
Betapa rasa ini tak pernah pudar selamanya

Kepada yang terkasih,
kutitipkan rindu pada sang Senja
Senja yang selalu kunanti
Boleh mengagumi namun tak boleh memiliki

Terlalu cantik untuk dikagumi
Terlampau indah untuk dicintai
Benar-benar 134 di hati


Surabaya 04112021,
Tertanda,

sang pecinta


Nb : pict by my dear MSA134


Minggu, 24 Oktober 2021

Sadarlah

Bangunlah nak bangun...
Sadari...
Kau bukan siapa-siapa baginya...
Kembali seperti semula
Kau hanya angin lewat dalam hidupnya...

Tak perlu berfikir terlalu keras
Anggap saja itu hanya mimpi
Mimpi yang tak kunjung usai
Hingga saat pulang dinanti

Hakikat mencintai adalah ikhlas melepaskan
Seberapa besar cintamu padanya
Sebesar itu pula keikhlasanmu diuji

Tersenyumlah nak...
Meski senyuman pahit yang tersungging
Nyata didepan mata
Kau bukan lagi siapa siapa

Cukupkan doa terlangitkan untuknya
Tanpa harap tanpa balas
Hingga titik darah penghabisan
Janjimu harus tetap kau tepati

Selamat jalan cinta...
Selamat tinggal rindu...
Denganmu aku berbagi, 
Dengan rasamu aku beradu...

Hanya satu pintaku padaNya...
Semoga hidupmu selalu dalam kebahagiaan...


Tertanda,
Si Angin lewat

Karami

Sabtu, 23 Oktober 2021

Epilog

Mungkin kau sudah benar-benar bosan
Maafkan tingkah laku yang tak layak
Segala tindak tanduk tak pantas
Prasangka terhadapmu selalu baik

Sepertinya memang sudah tak ada waktu lagi untuk bercengkrama
Tak layak benar, diri ini berada disampingmu
Maaf jika terlalu memaksa
Jika masih boleh meminta
Satu pintaku padamu adalah sepersekian detik hanya untuk memelukmu

Rindu yang tak terbendung kian menggerogoti
Memang sudah saatnya untuk berlari di jalur masing-masing
Tak kuasa menahan air mata yang senantiasa mengalir ketika mengingatmu

Hadiah terbaik selalu kupersembahkan padamu
Selama nafas masih dikandung badan
Selama itu pula kesetiaan hadir bersamamu
Bersama tiap tetesan rindu tanpa jeda

Biarlah...
Biarkan rindu ini terpendam rapih hingga masa perpulangan tiba
Maaf jika tersurat lewat kata
Semoga kau berkenan 


Dari kami, yang selalu merindukanmu tanpa batas....


Selena.13

Minggu, 17 Oktober 2021

Pamit

Jika mengacu pada waktu
Tersisa 55 hari lagi menuju Ilahi
Tak mengapa Dia tak membiarkanku berfikir
Fikiran masa depan 
Entah apa yang harus diperbuat

Dari awal, tanda itu sudah banyak bermunculan
Ada foto yang tak nampak
Baju yang hilang
Pilihan antara Mati pilihan sendiri atau Mati karena Sang Malaikat sudah menunggu

Benar-benar pasrah diantara keduanya
Jika diberi pilihan pertama, bersabar
Jika diberi pilihan kedua, bersyukur

Syukur karena telah terpilih dijemput lebih dulu
Dan ingatlah, doa tetap teriring hingga akhir
Sepertinya, memang namamu yang akan terucap dipermintaan terakhir

#8week's Pregnant
#55day's left

By_Selena13

Selasa, 12 Oktober 2021

Catatan Akhir...

Sepertinya tak banyak waktu lagi
Mungkin catatan ini akan menjadi yang terakhir
Ketika yang diingat hanya sebuah nama
Nama yang pernah singgah dalam hidup
Hidup di kehidupan dunia
Semoga berakhir di surga yang sama

Setelah semua ini
Baru tersadar
Indahnya masa belajar
Belajar menemukan diri
Belajar menuju kemenangan

Tidak dengan yang lain
Tapi dengan diri masing-masing
Berlari memotong habis
Kuku yang masih panjang
Dan bahkan semakin panjang

Semoga bisa menyelesaikan perlombaan dengan rapih
Dan menemui KeKasih sejati dengan senyuman kemenangan

Surabaya, 12 October 2021
Tertanda,

Selena_Karami

Kamis, 23 September 2021

Tersadar...

kami sadar
semakin kami mendekat
akan semakin jauh terpental

mungkin, ini memang jalan terbaik
untuk tidak bertemu beberapa saat
bukan, bukan untuk memendam rindu
melainkan untuk lebih mendekat lagi denganmu jika masih diijinkan

entah sambung atau tidak rasa ini
sejak beberapa saat yang lalu
atau, hanya kami saja yang merasa tersambung...
hati ini benar-benar terasa kosong
yang seharusnya siap untuk diisi

hingga saat ini masih kosong
mungkin suatu saat akan terisi
pada waktu yang tepat dan di keadaan yang pas

sungguh, jika kau tau 
sebenarnya kami orang benar-benar malu untuk jumpa dengamu saat ini
ilmu yang kau miliki terlampau jauh diatas langit
kami hanya bisa diam dan merenungi setiap jengkal yang kau katakan dan kau Laku kan

rasa ingin bertemu, mungkin hanyalah nafsu belaka
namun tak bisa dipungkiri, masi setia ada dalam diri setitik rasa ingin berjumpa

yang diharapkan saat ini, 
semoga kami bisa mengantarmu sampai tujuan..
meski dengan tertatih-tatih, kami akan terus berusaha
maju terus pantang kendur

karena motto kami padamu :
Bondo bahu pikir, lek perlu sak nyawane pisan

Salam hangat,

Selena13

Senin, 20 September 2021

Purnama Merindu

Hai bulan
Akhirnya purnama mu sempurna kali ini
Entah sudah purnama ke berapa aku mengenalmu
Tak bisa dipungkiri
Di tiap pandangan purnama,
Disitu pula kau jelas tergambar

Maafkan sekali lagi
Benar benar gawat rindu kali ini
Pada detik aku merindukanmu
Di titik itu benar-benar tak bisa menggapaimu

Maaf jika sudah seperti ini
Tak ada kata yang bisa diutarakan
Sebenarnya banyak yang ingin kutulis tentangmu
Namun, waktuku tak banyak
Kupersingkat saja,
Aku mencintaimu!

Dan sekali lagi
Entah kapan bisa bersua kembali
Akan kutunggu saat itu
Seperti para pecinta yang selalu sabar
Menunggu sang bulan berubah menjadi purnama


Salam rindu,

Selena si Putri Bulan

Selasa, 07 September 2021

Ukiran rindu dalam Angan

Menunggu diantara detik jam yang berdetak
Selalu sama setiap saat
Seberapa gigih kau menunggunya
Sebesar itu pula rindumu terobati olehnya

Diantara sekian banyak coretan
Hanya satu yang terpegang
Satu satunya tiada duanya
Satu yang ter istimewa tanpa cela
Meski jarak terlampau jauh
Takkan bosan kapal melempar sauh

Waktu berlalu begitu cepatnya
Tak terasa bulan kedelapan terlewati
Tak terhitung jumlahnya
Sudah berapa purnama terlampaui
Rindu terus menderu
Semakin lama makin melaju

Tak ada kata yang bisa terucap
Hanya bisikan doa senantiasa terpanjat
Bersama dengan tetesan air mata yang takkan pernah khatam
Sungguh, inginku memelukmu walau dalam angan

Tetaplah menunggu dengan sabar
Maafkan jika sulit memendam rasa
Masih dalam tahap belajar
Belajar memaknai setiap pertemuan dan perpisahan
Belajar merapihkan kerinduan yang terpendam dalam
Semoga kelak dipertemukan di waktu yang tepat

____________

Sedikit cerita dalam kata
Mengobati segala rindu yang ada
Terukir rapih dalam dada
Entah sampai kapan bersua

Jika boleh diucap
Rinduku padamu tak terhitung masa dan skala
Yang kutau, hanya bisa mencintaimu namun tak bisa memilikimu
Karena kau hanya milikNya semata

Sampai jumpa dilain waktu
Semoga masih ada nafas untuk bersua
Karena permohonan maaf takkan pernah usai
Maafkan karena telah hadir dalam hidupmu
Maafkan karena terlalu menyayangimu

#selftalk
#tafakkur

Surabaya, 7 September 2021
Salam hangat,


Selena

Sabtu, 04 September 2021

Di ambang batas Kerinduan

Satu kata yang bisa disampaikan saat ini...
Kerinduan...
Rindu yang bagaimana, kami pun tak tau
Sekedar sapaan belaka
Tanpa kata bermakna
Untuk hempasan luka yang terus menganga
Untuk hati yang tak mau berserah
Untuk kasih yang takkan usai selamanya

Pada akhirnya 
Benar benar usai tugasmu
Menjadi pendamping kesibukannya
Ketika sudah ada selainmu yang menemani
Lepaskanlah...
Lepaskanlah dengan ikhlas...
Karena hakikat cinta adalah merelakan...
Merelakan kebahagiannya
Meski bukan kau yang menjadi pilihan teman bermainnya

Masih harus belajar dan belajar lagi...
Memendam cemburu dengan rapi...
Memendam rindu meski berapi api...
Meski ada pepatah yang mengatakan, 
'seorang wanita bisa memendam cintanya selama 40 tahun, tapi tak bisa memendam cemburunya walau sekejap'

Hanya pepatah kawan,
Jangan diambil hati...
Kau diajari menjadi insan hakiki yang bernurani...

Mulai saat ini, bersemangatlah...
Semangat pantang menyerah...
Meski badai menerjang...
Badai kerinduan yang amat sangat...

______________________________
Menangislah nak, menangislah...
Selagi air matamu masih ada...
Meski tiada lagi pundak yang kau sandari...
Tiada lagi notif obrolan yang tiap detik selalu dinanti...
Cukup lantunkan rindumu lewat doa,
Jadilah anak baik yang tak banyak mencampuri urusannya...
Dan tersenyumlah atas kebahagiannya...

Memang...
Berada di titik tengah itu sulit...
Sesulit menyeimbangkan antara rindu dan candu...
Namun percayalah,
Kau dididik dengan beda..
Menjadi wanita berhati baja...

Sekali lagi, ingatkan diri...
Agar tak melampaui...
Batasan yang tak seharusnya dilewati...

Berhenti,
Cukup tau diri
Kau tak berhak atas kesibukan yang dimiliki
Tak pula berhak atas rindu yang menemani
Lepaslah, lepaskan sayap kecilmu yang pernah menaungi...
Biarkan ia terbang bebas, 
Sebebas elang mencari mangsa...

Kuatkan hatimu,
Hilangkan sedihmu,
Hapuslah lukamu,
Langitkan doamu, 
Doa yang tanpa pernah lepas dari namanya,
Hingga Sang Maha memanggilmu kembali kesisiNya

#selftalk
#healingcrisis

Surabaya, 4 September 2021
Sang perindu,


Selena

Kamis, 02 September 2021

Lebih baik untuk tidak menjadi lebih baik

Lagi lagi cemburu merasuki
Pada siapa yang tak patut dicemburui
Entah mengapa masih belum bisa teratasi
Menyiksa diri menggerogoti hati

Kumohonkan pada Tuhan agar rasa ini sirna selamanya
Namun tetap mengakui, aku hanyalah manusia biasa
Manusia yang masih memiliki rasa

Hanya berharap kematian segera tiba
Pada saatnya Tuhan berkehendak
Pada diri rendah yang selalu iri dengki

Sadar atau tidak, 
Sebenarnya kami tak berhak cemburu atasmu
Karena hidupmu adalah pilihanmu

Lebih baik untuk tidak merasa lebih baik
Lebih baik untuk tidak tau segalanya
Lebih baik untuk tidak ikut campur masalah orang lain
Lebih baik menggali kesalahan diri

Untuk kesekian kali
Berjuta maaf karena terlalu ikut campur dalam hidupmu
Doakan saja, semoga kematian lekas memanggil dan kami takkan mengganggumu lagi...

On the way back home, 02092021

Rabu, 01 September 2021

Sebuah Angan

Hanya ingin menulis...
Tulisan penantian yang entah kapan memiliki ujung...
Tersadar sejenak oleh secuil cuplikan kilat dari seorang kawan...
Ya benar, kawan... bukan lawan...

Ternyata masih memiliki rasa iri dalam diri...
Jika tak disadarkan olehNya, maka siapa lagi yang akan menyadarkanmu...
Terimakasih Tuhan, telah mengirim insan-insan paripurna di sekitar kami...

Belajar sabar, sesabar sabarnya...
Belajar syukur, sesyukur syukurnya...
Belajar pasrah, sepasrah pasrahnya...

Jika belum bisa percaya, maka berkhusnudzonlah kau akan bisa...
Masih dalam tahap belajar, memang wajar belum bisa...
Nyatanya, wajar itu wajib diajar...
Diajarkan Sang Maha melalui alam...

Belajar pasrah memang susah,
Namun ketika sudah benar-benar merasakannya...
Sudah tak ada lagi yang kau inginkan selain keinginanNya lagi...

Namun disisi lain, kelemahan tetap ada dalam diri...
Ketika sudah benar-benar diujung pasrah, maka semangat akan sirna...
Entah apa yang akan dikerjakan setelah ini, terserah apa kataNya...

Mengembalikan rasa keinginan untuk bertahan hidup itu sulit...
Sesulit mengungkapkan kebenaran rasa rindu yang meluap tanpa jeda...
Meski hanya sekedar kata didunia maya...
Namun tidak untukku, kawan... 
Rindu itu benar-benar ada, dan rindu tertinggi adalah dengan memasrahkan diri padaNya...
Entah tersampaikan atau tidak, itu sudah bukan urusan kami...

Cita-cita kami hanya satu saat ini...
Kebahagiaanmu didunia dan di akhirat...
Semoga apa yang disemogakan segera terlaksana...
Tanpa gangguan beban yang tak berarti seperti kami ini...

Sekian tulisan pendek pagi ini...
Seiring dengan awal September ceria menemani...
Semoga dan semoga...

Surabaya, 01092021
Salam cinta kasih,

Selena

Selasa, 24 Agustus 2021

Purnama Terakhir

Kau tau, aku menganggapmu lebih dari apapun
Bahkan, lebih dari siapapun
Entah benar atau tidak
Entah kapan Sang Maha membolak balikkan hati akan memalingkan hatiku kepada yg lain

Kuharap tidak,
Tak ada air mata yang menetes lebih deras dari rasaku padamu
Jika kau tampikkan itu, baiklah
Mulai saat ini aku akan bersiap
Meski belum sepenuhnya siap tanpa kehadiranmu lagi
Akan kuusahakan

Itupun jika masih mendapat izin bernafas oleh Sang Maha Kasih
Jika tidak, aku rela...
Benar-benar aku rela mendahuluimu dalam hal ini...

Tak ada seorangpun yang mengetahui tentang takdir
Doaku padamu, jika kelak tak bisa melihatmu pada usia matangmu
Semoga dapat bersanding dengan Bidadari Mardiyahmu
Dan menjadi teladan bagi orang-orang terdekatmu

Sering ku katakan, 
Purnamaku ada disini,
Di dalam serpihan doa yg selalu teruntai untukmu

Jika ini purnama terakhir
ijinkan aku menangis untuk yang terakhir

Salam hangat,
Selena sang putri bulan

Sabtu, 21 Agustus 2021

Dalam Satir Doa Terukir

Seiring senja menemani dalam kain putih
Senyuman manis tersungging dalan redupnya hati
Senyawa dengan kerinduan yang terpendam rapih dalam diri

Maafkan jika terlalu lancang dalam mendoa
Pada satir putih, hati bergejolak
Hanya bisa memberi hadiah terindah seiring bertambahnya usia
Semoga kau masih mengingatnya...

Janji seorang sahabat tentang 19 tahun mendatang
Tepat diumur 40, semoga segala doa yang dilangitkan tercapai
Doa terbaik untuk cita-cita luhurmu...
Semoga dan semoga termaktub dengan indah pada saatnya kelak...

Doa terindah untuk yang teristimewa dihati
Manakala berusaha mendekat, maka akan semakin jauh
Begitu pula sebaliknya, ketika berusaha menjauh agak tak menyakiti hati, maka akan didekatkan sedekat-dekatnya bagai dua ujung panah yang dilengkungkan atau bahkan lebih dekat...

Tak ada yang tau rencanaNya selembut apa akan diukir...
Namun saat ini, adalah saat kesabaran sedang diuji...
Sabar atas cinta yang diberi...
Sabar atas rindu yang dikaruniai...

Ketika celengan rindu telah pecah dan meluap membanjiri rongga dada, maka biarlah nak... biarkan saja...
Bukan tanpa sebab seringnya kami menangis, mungkin karena pecahan rindu yang tak kunjung tersusun rapih pada tempatnya semula...

Dan percayalah, akan kami langitkan namamu dalam doa hingga nafas terakhir di alam ini...

Salam rindu dari kami yang tak kunjung usai...

Tertanda,
Sang Kekasih

#SulukMuharram1443H
#13Agustus2021
#SelamatBerusia21
#SemogaBertambahBijak

Selasa, 10 Agustus 2021

Rindu itu masih ada...

Untuk yang terkasih...

Sepertinya tugasku sudah selesai
Tak ada bahasan bermakna bagimu saat ini
Maaf jika selama ini terus menjadi gangguanmu
Entah benar atau tidak, aku adalah ujianmu
Dan kau adalah ujian terberat bagiku

Ingin rasanya mengulang kembali seperti sedia kala
Seperti saat pertama bertemu
Pertemuan tanpa rasa, tanpa tendensi, murni dari hati

Seikhlas awan mencintai hujan
Seperti daun yang tak pernah membenci angin
Inginku seperti mereka, keikhkasan dan kecintaannya tak terbatas ruang dan waktu

Pesanku padamu
Semangatlah dalam bertahan hidup
Seperti semangatmu dakam mencari ilmu
Karena semangat adalah nyawamu

Mari me-restart hati dan men-shutdown nafsu

Selamat Ulang Tahun kawan, semoga selalu dalam Ridho-Nya

Dari kami
yang setia menyayangimu tanpa tapi



Selasa, 20 Juli 2021

Pengagum Rahasia

Pertama, 
Kuhaturkan beribu permintaan maaf dari hati yang terdalam
Mulai saat ini, esok, dan seterusnya

Sepertinya, kesalahan kali ini sangat fatal
Terjerumus pada yang terdalam
Yang seharusnya tidak kau pijaki

Untuk kali ini saja
Biarkan aku menjadi pengagum rahasiamu
Biarkan aku menjadi pelantun iringan doa yang takkan pernah putus

Maafkan, mohon maafkan...
Andai bisa bersujud memohon maaf padamu, akan kulakukan...

Jangan sampai rasa rinduku ini mengganggu ritualmu
Menjadi beban hidupmu
Bahkan menjadi hutang yang takkan pernah usai

Banyak makna dibalik semua yang tersurat
Dan lebih dalam lagi pada apa yang tersirat

Sebagai pengagum rahasia
Terlalu jauh mungkin aku mengenalmu
Hingga menjadi salah satu beban hidupmu
Itulah kesalahan terbesarku selama ini

Tak ada lagi kata cemburu
Tak sampai hati aku menyakiti hatimu
Karena aku bukan seseorang yg penting dalam hidupmu
Maaf jika terlampau ikut campur dalam keseharianmu


Jika kau izinkan,
Akan menjauh diri ini perlahan,
hingga tak ada rasa yang melekat
hanya doa yang bisa kupanjat
Semoga keadanmu baik baik saja

Karena titah Sang Petuah :

"Jangan memaksa seseorang memeluk jiwamu. Cinta itu seperti Agama, tidak boleh ada unsur paksaan didalamnya" -ABI-

Surabaya, Idul Adha 1442 H
Salam rindu dari sang pengagum rahasia...

Untuk Yang Sedang Dalam Pelukan

Ada apa dengamu...
Kurasa kau sedang tidak baik-baik saja
Atau mungkin aku yang sedang tidak baik-baik saja karena memikirkanmu

Ah sudahlah, usah hiraukan...

Pada pandangan mata pertama setelah sadar dari alam mimpi
Hanya ada wajahmu terbayang sendu

Ada apa gerangan...
Tiap detik teringat, setiap saat itu pula aliran doa terlantun merdu...

Untukmu yang sedang dalam pelukan
Semoga engkau bisa berdiri tegak saat ini, esok, dan selamanya

Maaf hanya bisa menuai dalam coretan
Namun tetap tak bisa dipungkiri
Rasa sendumu mengalir deras kedalam hati
Jika itu memang benar adanya
Maka sebenarnya Sang Maha benar-benar mengasihimu...

Lantunan doa yang bisa kupanjatkan untukmu hanya satu
Memohonkan Ridho Ilahi agar senantiasa menyayangimu sepenuh hati

Dengan segenap rasa aku bersujud
Memohonkan ampun untuk yang terkasih
Semoga sujudku ini bukan untuk yang terakhir
Karena rasa gila ini sudah terpatri dalam hati
Menggerogoti jiwa sedemikian rupa

Sebesar apa rasa cintaku padamu, sebesar itu pula kerelaan ini tersemat dalam kalbu

Surabaya, 10 Dzulhijjah 1442 H
Bertepatan dengan Idul Adha 1442 H

Jumat, 16 Juli 2021

Hai Kawan

Hai kawan,
Tak jarang menyesalkan sebuah pertanyaan
Karena emang tak berhak atas jawabannya

Siapalah aku,
Tak lebih dari seorang kawan
Di telinga kiri seolah berbisik
Kau kawan dekatnya
Namun tidak di telinga kanan
Kau bahkan tak ada secuil pun dalam benaknya...
Dan selalu seperti itu setiap saat

Benarlah kawan
Berharap hanya kepada Sang Maha
Berkali-kali sudah kau ingatkan
Jika keterlaluan akan terbentuk luka

Memang lidah tak bertulang
Kadang bicara seenaknya saja
Namun tidak dengan hati
Tak bisa dipungkiri lagi
Seberapa besar kau mengharapkannya
Sebesar itu pula rasa sakit yang kau derita

Mohon maafkan
Sekali lagi maafkan kawanmu ini
Karena tlah mencintaimu dengan gila
Meski selalu kau katakan
Bahwa rinduku hanya sekedar saja

Tak apalah
Tak ada yang salah denganmu
Tetap kesalahan terpikul padaku seutuhnya
Sudah tau tak boleh berharap lebih
Masih saja terus berontak

Hanya dengan doa, rindu tersampaikan
Mungkin dengan pulang, rasa ini akan selamanya hilang
Dan tumbuh kembali di alam lainnya

Tak berharap rindu lenyap
Namun jika itu keinginanmu, akan kukabulkan
Biarlah rindu ini tersimpan dengan indah dalam hati
Mungkin takkan bisa pergi selama hayat masi dikandung badan

Karena tak semua yang disukai harus dimiliki
Ada kalanya cukup disyukuri keberadaannya

And the last but not least,

Bersyukur sangat, tlah dipertemukan denganmu
Dengan insan se-paripurna dirimu
Ingin rasanya berdampingan berlari disisimu
Tapi pahamilah, kemampuampuanku tak setinggi dirimu
Jadi maafkan, jika terus dan terus merepotkanmu
Pada saatnya kelak, aku benar-benar takkan mengganggumu lagi

Salam takdzim dari kawanmu,
Selena13

Surabaya, 15 Juli 2021