Sabtu, 24 Desember 2022

Sabtu, 24 Desember 2022

Untuk sebuah senyuman yang tersungging di wajahmu
kami rela memendam rindu tanpa batas waktu

Ya Rabb...
Engkau Maha Membolak-balikkan Hati
Kiranya diizinkan untuk tetap mencintainya
kami mohon untuk menyimpan rapih di lubuk yang terdalam

Meski tetesan air mata tak pernah alpa merindukannya ditiap malam
Biarkan kami mengemban rindu seiring berjalannya waktu

Jika selama ini semua hanya canda bagimu
Maka mohon maafkan
Karena kami menganggapnya terlalu serius...
Terlanjur melekat rasa
Hiasankan langit dengan satu nama

Seperti sebuah kenangan
Atau mungkin pengulangan
Dejavu yang dikatakan
Memilikimu adalah sebuah mimpi yang tak terlupakan
Seolah tak ingin bangun dari tidur panjang

Namun apalah daya
kami hanya manusia biasa
bukan sepertimu insan mulia
didapuk sebagai yang terpilih
diantara ratusan atau bahkan ribuan 

Percayalah,.
kami hadir sebagai bentuk pembelajaran bagimu
tak lebih dari itu
perjalananmu masih panjang
jika ditengah jalan ada hambatan
ingatlah,
kami selalu setia menunggumu...

Salam hangat,.
dari kami yang tak pernah alpa merindukamu

Jumat, 09 Desember 2022

Jum'at, 9 Desember 2022

Tau apa kau tentang cinta
Sampai mana ilmumu tentang kasih
Bahkan tak ada sama sekali

Mungkin muak jawabnya
Banyak sudah pengganti diluar sana
Lebih baik 
Bahkan jauh melebihimu dalam hal apapun
Bangkit dan tersenyumlah
Semua sudah tertera pada garisNya

Untuk Insan se-mulia dirimu
Tak lain dan tak bukan
Hanyalah seorang ternama yang akan berjodoh
Darah biru secara turunan
Bukan sembarang orang pastinya

Lantunan doa senantiasa teriring
Dimanapun, kapanpun, dan di keadaan bagaimanapun...
Sudah menjadi kebiasaan...
Seperti ada yang kurang jika sesaat pun tak mengingatmu...

Cukuplah rindu terpendam jauh dalam nurani terpanjang...
Tidak untuk diutarakan...
Karena sang empu sudah bosan dengan lika liku lakumu...
Karena tak ada pilihan untuk menjauh, kecuali dengan seizinmu...

Mengutip dari kalimat Bapak :
"yang membuatmu menangis lebih berhak diterima dan diikuti daripada yang membuatmu tertawa" *¹¹¹*

Terimakasih karena memposisikan kami selalu dalam keadaan khouf dan roja'

Salam,
dari kami yang selalu merindukanmu...


Jumat, 25 November 2022

Selamat Hari Guru

•┈┈••✾•◆◆❀◆◆•✾••┈┈• 

*HAKIKAT  SEORANG GURU*

*ليس شيخك من سمعت منه*

Gurumu yang sejati bukanlah Seseorang yang hanya engkau dengar (ceramah-ceramah) sebatas dari lisannya saja.

*وإنما شيخك من أخذت عنه*

Tetapi, Gurumu yang sejati adalah Seseorang yang menjadi tempatmu didalam mengambil hikmah dan akhlaq.

*وليس شيخك من واجهتك عبارته*

Bukan termasuk Gurumu yang sejati Seseorang yang hanya membimbingmu sekedar makna dari kata-kata.

*وإنما شيخك الذى سرت فيك إشارته*

Tetapi, orang yang disebut Gurumu yang sejati adalah Orang yang isyarat-isyaratnya mampu menyusup dalam sanubarimu.

*وليس شيخك من دعاك الى الباب*

Bukan termasuk Gurumu yang sejati seseorang yang hanya mengajakmu sampai kepintu.

*وإنما شيخك الذى رفع بينك وبينه الحجاب.*

Melainkan Gurumu yang sejati adalah Seseorang yang (bisa) menyingkap hijab (penutup) antara dirimu dan dirinya.

*وليس شيخك من واجهك مقاله*

Bukan termasuk gurumu yang sejati Seseorang yang  membimbingmu hanya dengan ucapannya.

*وإنما شيخك الذى نهض بك حاله*

Melainkan yang disebut Gurumu yang sejati adalah Seseorang yang aura kearifannya dapat membuat jiwamu bangkit dan bersemangat.

*شيخك هو الذى أخرجك من سجن الهوى و دخل بك على المولى.*

Gurumu yang sejati adalah yang membebaskan mu dari penjara hawa nafsu, lalu memasukan mu ke ruangan Tuhan mu 

*شيخك هو الذى مازال يجلو مرآة قلبك حتى تجلت فيها انوار ربك.*

Guru sejati bagimu adalah  Seseorang yang senantiasa menjernihkan cermin hatimu, sehingga cahaya Tuhanmu dapat bersinar terang di dalam hatimu.

Pembahasan lengkap nya di Kitab Al-Hikam Ibnu Athoillah al-Askandary.

*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ.*

Senin, 07 November 2022

Senin, 7 November 2022

Hai selasa,
Bagaimana kabarmu?
Sehat kah?
Maaf menyapamu hanya jika butuh...

Tenang saja
Masih sama dengan senin
Tetap belajar dan terus belajar
Berdamai dengan diri

Karena sepertinya, setan sedang merajalela...
Tak ada yang hendak ditulis sebenarnya
Namun dalam hati sedang berkecamuk
Ramai dalam sepi

Sejatinya, rencana Tuhan tak pernah meleset
Bahkan untuk membolak balikkan hati hambaNya sekalipun
Berusaha mencintai tanpa syarat tanpa harap, 
Kecuali kepada Sang Pemilih Cinta Kasih

Sulit,
Benarlah...
Tak ada ujian yang mudah
Jika ada pun, akan jadi lulusan yang tak mumpuni nantinya
Semoga dengan beratnya ujian yang ditempuh,
Seberat itu pula nilai yang akan Kau berikan kepada kami.

Kiranya sudah pernah diutarakan,
Maka kami akan mengulanginya sekali lagi...
Kelak ketika kau sudah menjadi Murid Shodiq yang sebenar benarnya
Bersyukurlah... 
Sungguh tiada yang dipilih olehNya kecuali mereka yang benar Laku Hatinya

Dan mungkin saat itu, kami akan mundur dan menghilang...
Karena kami sadar, tak pantas bersanding denganmu...
Maqom kami jauh dibawah, sedang engkau sudah berada di tingkat tertinggi.. Semoga..
Janji dari yang terdalam untuk tidak merepotkanmu dalam hal apapun...

Ada petuah mengatakan, 
Cintai seseorang sewajarnya,
Karena tiap orang bangun dengan perasaan yang berbeda...
Jika memang seperti itu adanya, 
Biarlah kami bangun dengan perasaan tetap seperti sedia kala..
Seperti awal mula pertemuan...

Bahagiamu adalah bahagiaku
Selama hayat masih dikandung badan
Selama nafas senantiasa berhembus
Dan setiap tetesan air mata
Maka, disetiap saat itulah iringan doa senantiasa mengitkan namamu...

Ya Rabb...
Kami titipkan salam kepada yang tersayang
Semoga hidupnya selalu dalam kebahagiaan

Salam Hangat,




Kamis, 15 September 2022

Random

Boi, lagi sibuk ya
Sori ganggu...
Lagi pengen ngobrol sebenernya..
Tapi sepertinya kamu udah mulai sibuk kuliah...
Atau emang aku nya yang kebanyakan alasan...
Ya maaf, emang gitu talito orangnya...

Sori kalo bolak balik transfer,
Lagian emang udah jatahmu itu...
Jadi santai ajaa...
Sebagai dulur, cuma bisa bantu disitu aja... 
Gabisa bantu yang lain...
Jadi alarm juga nampaknya ga seberapa berguna ya...
Toh juga udah ada alarm yang lain...
Maksa banget ya gua jadi alarm, sori sori... 

Sebegitu ga bermanfaatnya ya aku boi...
Sampe² denger kabarmu aja dari orang lain...
Disenyumin aja si, padahal aslinya sedih pol polan... Macem udah ga dianggep apa² lagi ya...
Tapi ya maaf, baru sadar diri ga bisa bantu apa²...

Sebenernya, kalo kamu kadang² suka ga nganggep dirimu penting, sampe² seharian ga dibuka hp nya,
Asal kau tau, tiap detik mata melihat notif, selalu nunggu apa ada pesan masuk darimu...
Asuu...
Dahlah...

Oiya satu lagi,
Kalo inget kamu bawaannya pengen nangis,..
Bukan salahmu, justru menangisi kekalahan diri sendiri atas dirimu...
Ya Rabb..
Macem mana disuru lomba melangit sama insan sepertimu boi,.
Jauuuuh...
Bayangin aja,
Reboan ga dengerin,
Ahad Karim jalan²,
Tawajjuhan gapernah ikut,
Kelas malam, ah jangan ditanya.. bukan levelnya,
Tartilan ga pun ga apal...
Mau nambah ilmu darimana cui... 
Ibarat lomba lari, kamu udah mau sampai garis finish, aku masi mau maju di garis start...

As u know,
Sampai terbesit, kalo terus disampingmu malah membertkanmu untuk wushul...
Sedihnya ga ada obat boi kalo inget itu... 
Berasa jadi beban buatmu...
Jadi jangan ditanya, kenapa sering nangis...
Masalahnya, inget kamu nya bisa tiap detik...
Entah itu dijalan, dirumah, dimana aja bisa mendadak nangis... Dasar cengeng... :'(

Yaaa gpp lah, paling ga bisa sedikit lega kalo habis nangis...
Dan sepertinya, yang bisa kulakukan saat ini adalah...
Merengkuhmu dalam doa, Memendammu dalam rindu, 
Menyayangimu tanpa sepengetahuan siapapun,.
Mencintaimu hingga napas terlepas

Sekian,
Terimakasih kepada hati yang bersedia membaca...

Rabu, 14 September 2022

Rabu, 14 September 2022

Saat kecemburuan meningkat
Saat itu pula keimanan menurun
Kembalilah ke jalan awal
Jalan dimana niatmu bermula
Tanpa syarat tanpa harap
Hanya bermodal doa kau berucap

Derai air mata menggelora
Dalam hati seakan sirna
Tapi menolak lupa
Meski sang empu sudah tiada rasa
Perlahan hilang ditelan asa

Janji sudah terucap
Takkan bisa terelak
Walau bagaimanapun menolak
Hati tetap tegak bermunajat
Membawa kebaikan yang tersingkap

Gusti...
Nyuwun pangapunten...
Atas rasa
Atas asa
Atas jiwa
yang terlalu muluk melangit
namun hati masih saja membumi

Jika tulisan adalah sebuah harapan
Sedang ucapan adalah takdir yang dinanti
Maka, kutulis dalam-dalam agar selalu ada disampingmu selama nafas masih dikandung badan
Dan lantunan ucap tak pernah putus untuk selalu mendoa atas kebaikanmu

Yang Mulia Guru pernah bertutur
Memang sebaiknya hati berada ditengah
Antara khouf dan roja'
Harap - harap cemas

Maaf ketika niat melenceng jauh
Saat ini, diluruskan kembali niat itu...
Karena sejatinya, kau adalah representasi Guru dalam diri seorang Murid Shodiq
Bagaimanapun keadaannya, kau tetaplah guruku
Guru kehidupan yang tak pernah berhenti berjalan
Sekali jalalmu keluar, seakan luluh lantak seluruh badan
Hancur berkeping bak remah remah

Berjuta kasih yang masih belum bisa mewakili rasa terimakasihku padamu
Atas segala hal yang ada dalam diri

Sekali lagi...
Baru tersadar kembali bahwa dirimu adalah milik seluruh umat
Berulang kali terasa tak pantas bersanding denganmu
Jauh jarak tak bertepi
Antara langit dan bumi
Ruhanimu telah jauh tinggi melangit
Sedang kami disini masih tetap membumi

Kumohonkan Ilahi
Agar engkau selalu dihati
Seperti jarum dalam jerami
Seberapa jauhpun kau berada
Tetap hati ingin terus bersua
Tak tau mengapa
Memang begitulah adanya

Sabtu, 13 Agustus 2022

Sabtu, 13 Agustus 2022

Setelah sekian lama
Akhirnya waktu pun kembali terulang
Dari awal mula pertemuan
Takkan pernah terlupakan

Jika saat ini ada perintah untuk pergi darimu
Jawabannya tidak
Kalaupun ada anggukan persetujuan
Sejatinya itu hanyalah perangai luar saja
Namun dalam hati tetaplah tak bisa meninggalkanmu pergi

Tenggat waktumu 18 tahun lagi
Sebelum janjimu kepada diri sendiri terpenuhi
Bahwasannya di umur 40 akan melangit setinggi-tingginya...
SeMoga...

Teringat kembali tugas kami yang telah lalu
Dimana kata menyerah nyaris terlontar, bahkan sudah muncul di permukaan...
Namun pada lubuk yang terdalam, tetap memperjuangkan keutuhan rasa...

Dan pada akhirnya, perintah berulang itu muncul
Sebut saja deja vu
Kejadian yang sama terulang lagi,
namun dengan sepotong hati yang baru...

Jangan tanyakan senyuman merekah ketika duduk disebelahmu.
Sudah naluriah, jika dekat dengan yang dicinta selalu bahagia.
Begitulah kiranya Sang Maha Menguasai Rasa bertindak.

Sekai lagi, kami ada disini disampingmu adalah sebagai alarm,
Alarm rasa yang tumpah tak tau arah,
karena saking meluapnya cinta kasih yang ada...

Selamat Ulang Tahun
Mi amor...