Minggu, 19 Juni 2022

Ahad, 19 Juni 2022

Apa sampai sini saja kah tugasku
Baiklah kawan terserah apa maumu
Kami hanya sebagai pengantar
Jika sampai titik tujuan
Maka usailah tugas kami

Sepertinya kau sudah akan memasuki fase berikutnya
Bila memang kehendakmu begitu
Akan kami turuti

Memang semua sudah ada waktunya
Entah cepat atau lambat
Saat ini akan segera tiba
Mau tak mau kami harus melepas

Sungguh kami memohon satu hal
Agar semangat kami tetap membara seperti saat kami mendampingimu
Dan mohon maafkan segala salah dan dosa yang kami lakukan sengaja maupun tak sengaja terhadapmu
Karena kami sadar semua tindak tanduk selama ini tak pernah ada yang benar

Selamat menempuh perjalanan kembali
Semoga selamat sampai tujuan
Salam hangat dari kami yang selalu merindukanmu

Qudsia

Jumat, 03 Juni 2022

Jum'at, 3 Juni 2022

Tak ada lagi yang bisa ditulis setelah ini
Benar - benar indah RencanaNya
Mungkin tak ada lagi rindu yang akan bersemi
Sudah cukup
Tersayat rasanya
Tapi tidak ada yang bisa disalahkan selain diri sendiri

Penyemangatmu sudah tak mengenalmu lagi
Doamu terkabul sudah kawan
Dia yang dulu kau rindukan begitu acuh
Baguslah, tersisa doa yang terus terlantun

Meski bagimanapun keadaannya
Janji adalah janji
Sampai mati kau memegangnya
Doa terbaik untuknya harus senantiasa terucap 

Tak bisa lagi berucap berkata-kata sedemikian rupa
Tangan layu, hati kuyu
Lemas terkulai tanpa temu

Mau seberapapun kau berusaha
Takdir tetaplah takdir
Suka atau tidak bukan urusanmu
Rencana Tuhan pasti yang terbaik

Semua orang bisa berkata Sabar
Tapi tak bisa merasakan sakitnya didalam kesabaran
Luka itu tidak bersuara
Karena air mata jatuh tanpa berbicara

Selasa, 31 Mei 2022

Selasa, 31 Mei 2022

Hujan dan kamu
Pasangan paling serasi memang
Selalu berkelit dalam benak
Semoga tetap dalam keadaan sehat

Entah kali ke berapa
Selalu berfikir untuk mundur
Seakan sudah tak berguna lagi

Mungkin memang benar
Ekspektasi terlalu tinggi
Apa yang bisa diharapkan dari seonggok selena
Tak ada sama sekali

Jangankan bertemu
Menyapapun enggan
Kembali ke niat awal
Tugas telah ditunaikan
Saatnya berpamitan
Peluk erat selalu diharap

Namun, 
hanya khayalan belaka yang akan didapat
Jangan berharap lebih
Dari apa yang sudah dilakukan
Bukan sebuah tugas
Memang sudah jatah dariNya untuk kekasihNya

Baik-baiklah dikemudian hari
Sepertinya alarm pun sudah tak perlu
Semua sisi sudah ada yang menempati
Saatnya kembali ke pangkuan Ilahi

Tak ada guna kami berada disisimu
Nantinya hanya akan merepotkanmu
Bebanmu sudah terlampau berat
Pundakmu terlalu perih menyangga

Hanya doa tulus senantiasa terukir disetiap detik ucapan
Tak pernah alpha kami mengingat
Salam hangat dari saudara terkasih
Berharap amnesia atas kehadiran kami dalam hidupmu
Semua jatah untukmu lewat saudaramu lunas terbayar
Semoga hal terindah menemanimu melangit tanpa batas

Sekian dan terimakasih
#latepost
 

Rabu, 25 Mei 2022

Rabu, 25 Mei 2022

Ah sudahlah,
Senyummu membuatku semakin gila
Tergugu malu dalam keheningan malam
Semakin hari makin menyayat hati
Terasa remuk redam dalam diri

Kau cengeng sekali nak,
Bisik mulut pada telinga

Biarkan saja,
Berjalan seperti apa adanya
Tak lama lagi
Bungamu semakin nampak

Kemudian tugasku perlahan tuntas
Entah dari segi apa kau lihat
Hendak pamit namun tak kuasa
Hanya bulir air mata yang tak bisa diseka

Mundur perlahan, bolehkah?
Jika sang Qais masih meminta untuk mengingat namanya kepada Layla

Namun tidak dengan selena
Semoga kuman yang selama ini mengganggu hidupmu segera lepas
Biarkan kami yang menanggung semua rindu
Yang semakin hari semakin membuat pusing kepala

Apa itu cinta?
Bagiku cinta itu musnah
Tiada
Kosong
Hingga aku menjumpaimu
Sebaliknya, puncak kerelaan dan keikhlasan tertinggi
Itulah makna cinta sejati bagiku saat ini

Melihat senyummanmu adalah satu dari bongkahan rongga yang tertancap dalam hati
Jika satu itu hilang,
Sudahlah jangan tanyakan,
Separuh semangat hidup seperti cuil dimakan zaman

Namun sudah takdirnya begitu mungkin,
Biarkan saudarimu yang menanggung beban berat kehidupan
Dengan memandang kebaikan yang ada disekitarmu
Sepertinya tak layak untuk terus melaju bersandingan denganmu

Jika boleh menyerah
Sudah dari dulu kukibarkan bendera putih
Tapi selalu teringat nasihat MahaGuru untuk tetap berjalan meski terseok

 

Minggu, 01 Mei 2022

Ahad, 1 Mei 2022

Selamat malam,
Tiada yang kusuka di malam hari
Karena selalu
Disetiap penghujung sore menjelang magrib

Tak lain dan tak bukan
Bayangmu terngiang
Sedang apa dikau disana
Baik baik kah
Atau sedang menghadapi kemelut hidup

Ah sudahlah
Lagi-lagi semburat sendu menemani
Tak kenal waktu tak kenal tempat

Tak faham sebenarnya rasa
Senang ataupun susah
Dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun, tak oernah alpha bayanganmu memenuhi kepala,

Sang Mahaguru berkata
"Jika kamu sedang bahagia dan teringat seseorang artinya kamu mencintai orang itu.
Jika kamu bersedih dan teringat seseorang artinya orang itu mencintaimu"

Tak tau lagi apa yang mau dikata
Hadirmu dalam hidup adalah salah satu nikmat yang indah
Representasi Guru dalam diri seorang murid

Sebaliknya,
Hadirku dalam hidupmu
Adalah sebuah kesalahan mungkin
Kesalahan yang ada padaku terhadapmu
Kesalahan yang menjadikanmu jauh dariNya

Doa dalam hati senantiasa terapal untuk segala kebaikan dunia akhirat padamu
Apakah masaku sudah habis?
Entah,
Siap atau tidak, harus tetap tegar
Meski ada luka yang takkan pernah sembuh mungkin, semoga saja tidak

Berusaha sembunyi dalam senyuman lebar adalah tugas terberat
Dikala rindu sedang menggeliat parah menggerogoti relung-relung hati

Sungguh, tak berani mengungkapkan dalamnya isi hati
Cukup disimpan rapi dengan segala kekalutannya
Cukup ditemani air mata yang terus mengalir dikala rindu sedang menguat

Terimakasi untuk segala kebaikan di penghujung Ramadhan tahun ini

Salam sayang yang tak pernah hilang
Dari kami pengagum sejatimu

29 Ramadhan 1443  H

Sabtu, 16 April 2022

Jum'at, 15 April 2022

Rindu,
Apalagi yang mau dibahas
Tetap sama setiap saat
Hanya bisa melampiaskan lewat tulisan
Jika banyak yang menyebut, cinta bertepuk sebelah tangan, mungkin sudah biasa

Kali ini
Rindu bertepuk sebelah tangan
Usah kau bahas seberapa sering merindukanmu
Hampir setiap saat, bahkan tiap detik waktu yang senantiasa mengalir
Sepertinya tak pernah sekalipun alpha dalam merindukanmu

Perihal sampai atau tidak
Sudahlah
Sudah tak kuasa berucap
Sedang berusaha menyimpan rapih

Hanya tangis dalam diam senantiasa menemani
Jika bertemu, tak ada bahasan penting yang diutarakan
Sebegitu membosankan memang

Tak pelak,
Tiada lagi pertanyaan-pertanyaan yang perlu dikeruk dalam
Jika memang bukan saatnya, takkan bisa kau memenangkannya

Selalu menyebalkan memang,
Itulah gayamu
Bagi kami yang tak memiliki ilmu
Mengenalmu adalah sebuah anugerah
Belajar darimu merupakan sebuah keharusan
Mendoakan kebaikanmu, sudah tak perlu diucap lagi

Selalu ada yang kurang
Jika namamu belum terlangitkan seharian
Entah ujian nikmat apa yang dikirim
Ketika memejamkan mata hingga terbuka kembali
Hanya dirimu yang selalu terngiang

Kasmaran,
Kata orang
Terserah apa yang mereka bilang
Cukup pada satu rasa yang dirahasiakan
Kecintaan tulus kepada seorang sepertimu tak pernah menjemukan

Satu kata darimu sudah cukup
Cukup untuk memberikan sepercik semangat untuk satu hari kedepan
Semoga kebaikan selalu menyertaimu

Salam rindu terdalam dari kami yang tak patut bersanding denganmu.
Semoga berada dalam Rahmat, Rahman, dan RahimNya  

Rabu, 06 April 2022

Rabu, 6 April 2022

Hai bujang,
Kadang berfikir menyerah untuk mencintaimu
Namun hati tak bisa menolak
Entah mengapa di tiap detik waktuku hanya ada dirimu yang berkelit disekitar kepala

Di tiap detik itu pula rindu selalu ada
Bahkan jika kau bilang bertepuk sebelah tangan
Terserahlah
Pastinya, tiada waktu bagiku untuk tidak merindukanmu

Aneh,
itu saja yang kurasa
Sepertinya doamu lebih kuat
Hingga dirimu, bayangmu, dan segala tentangmu selalu menarik bagiku
Meski kadang itu hal sederhana untukmu

Jangan heran, 
jika semangatku tak ada lagi di satu sisi
Pun itu tidak lain kamulah penyebabnya
Tak bole seperti itu mestinya,
Tapi mau bagaimana lagi
Penyemangatku hanyalah kamu seorang

Salam rindu dari negri seberang, bujang...